
Pekanbaru – Rektor Universitas Dumai Assoc. Prof. Dr. Ir. Muhardi, S.Kom., M.Kom, bersama Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Dr. H. Ridarmin, S.Kom., M.Kom, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Irwandi, M.Kom, serta Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2025 di Ballroom Hotel Jatra, Pekanbaru.

Kegiatan ini dihadiri oleh 117 peserta dari 67 perguruan tinggi swasta se-Indonesia, termasuk delegasi Universitas Dumai. Rakernas ini mengusung tema “AFEBSI untuk Kemajuan dan Keunggulan yang Berdaya Saing Global Menuju Kampus Berdampak”, yang memuat agenda strategis, sidang pleno, seminar internasional, lokakarya kurikulum, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antar anggota AFEBSI.
Dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu, 13 Agustus hingga Jumat, 15 Agustus 2025.
Kegiatan berpusat di Ballroom Hotel Jatra Pekanbaru dan juga dilaksanakan di berbagai lokasi mitra, seperti Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Islam Riau (UIR), dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Rakernas ini bertujuan memperkuat sinergi antar fakultas ekonomi dan bisnis di perguruan tinggi swasta, meningkatkan daya saing global, serta mendorong implementasi kurikulum yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan industri.
Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian acara yang terstruktur, dimulai dari pembukaan, keynote speaker, sidang-sidang rakernas, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan juga diwarnai penandatanganan kerja sama internasional dengan Management & Science University (MSU) dan University of Economics and Finance (UEF), gala dinner bersama Gubernur Riau, serta forum akademik yang mempererat kolaborasi antar kampus.
Rektor Universitas Dumai Assoc. Prof. Dr. Ir. Muhardi, S.Kom., M.Kom, menyampaikan bahwa Rakernas AFEBSI merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring antar fakultas ekonomi dan bisnis di perguruan tinggi swasta. “Pertemuan ini menjadi sarana strategis bagi kita untuk bertukar gagasan, menghasilkan kebijakan bersama, dan menyusun langkah konkret agar fakultas ekonomi dan bisnis dapat memiliki daya saing global,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan juga diwarnai dengan sosialisasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) yang memaparkan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. [ir/bromaskerma]



