Universitas Dumai Perkuat Komitmen Green Economy melalui International Seminar IMT-GT GCMC 2026

PEKANBARU — Universitas Dumai terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui keterlibatan dalam forum internasional. Mewakili Rektor Universitas Dumai, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dumai bersama Ketua KADIN Kota Dumai menghadiri International Seminar IMT-GT Green Cities Mayors’ Council (GCMC) Meeting 2026 yang mengangkat tema “Green City for Sustainable Development”.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian 9th IMT-GT Green Cities Mayors’ Council (GCMC) Meeting 2026 yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada 4–7 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari negara-negara anggota Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk membahas strategi dan praktik pembangunan kota yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Keikutsertaan Universitas Dumai dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperluas jejaring kerja sama dan berkontribusi terhadap isu-isu strategis pembangunan daerah dan kawasan. Forum GCMC sendiri memiliki posisi penting dalam mendorong implementasi pembangunan kota hijau dan Sustainable Urban Development Framework (SUDF) di tingkat kota dalam kawasan IMT-GT.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

International Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui tema “Green City for Sustainable Development”, berbagai gagasan dan pengalaman dibahas untuk mendorong transformasi kota menuju pembangunan yang lebih hijau, inklusif, resilien, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bagi Universitas Dumai, keterlibatan dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai knowledge hub yang dapat menghasilkan inovasi, riset, sumber daya manusia unggul, serta rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan daerah.

Bahas Green Economy, ESG dan Perdagangan Karbon

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB Universitas Dumai juga melakukan diskusi bersama Chairman of IDCTA terkait sejumlah isu strategis yang memiliki relevansi kuat dengan perkembangan ekonomi dan pembangunan masa depan.

Pembahasan mencakup green economy, Environmental, Social, and Governance (ESG), serta perdagangan karbon sebagai bagian dari agenda transformasi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Isu tersebut semakin penting seiring dengan meningkatnya tuntutan terhadap dunia usaha dan pemerintah untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam proses pembangunan dan aktivitas ekonomi.

Diskusi tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan pengetahuan, penelitian, inovasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Universitas Dumai Dorong Kontribusi Nyata

Kehadiran Universitas Dumai dalam forum internasional IMT-GT GCMC 2026 diharapkan dapat memberikan nilai strategis bagi pengembangan institusi sekaligus memperluas peluang kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di Kota Dumai, kawasan yang memiliki posisi strategis dalam aktivitas perdagangan dan konektivitas dengan negara-negara kawasan Selat Malaka, Universitas Dumai memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pengembangan konsep green economy, sustainable development, inovasi, dan penguatan daya saing daerah.

Melalui keterlibatan aktif dalam forum-forum strategis seperti GCMC IMT-GT, Universitas Dumai berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, serta mitra internasional.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Dumai untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan jejaring kerja sama.

“Bersama membangun sinergi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata untuk pembangunan berkelanjutan.”

Bagikan:

Tags

Related Post