
Pekanbaru – Upaya memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di wilayah Riau semakin menunjukkan geliat positif. Hal ini ditandai dengan peresmian Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) Chapter Riau, yang secara resmi dibuka pada Rabu, 30 April 2025 bertempat di kampus President University Pekanbaru, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Rektor Universitas Dumai, Dr. Muhardi, S.Kom., M.Kom, yang turut menjadi bagian dari sejarah pembentukan IAIS Chapter Riau. Tidak hanya hadir sebagai tamu, Dr. Muhardi juga berperan aktif dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Prof. Dr. Ir. Chairy, SE., MM, selaku Ketua Taskforce President University Pekanbaru. Penandatanganan ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara kedua institusi dalam pengembangan riset dan pendidikan berbasis teknologi cerdas.
Apa Itu IAIS dan Mengapa IAIS Chapter Riau Penting?
Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) merupakan organisasi nasional yang menaungi para akademisi, peneliti, profesional, dan pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pengembangan kecerdasan buatan. Keberadaan IAIS Chapter Riau menjadi tonggak penting dalam perluasan jaringan nasional IAIS di wilayah-wilayah strategis Indonesia, termasuk Riau yang kini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap transformasi digital.
Dengan hadirnya IAIS Chapter Riau, diharapkan akan terbentuk wadah kolaboratif untuk pengembangan sumber daya manusia, riset inovatif, serta integrasi teknologi AI ke dalam berbagai sektor strategis seperti pendidikan, pemerintahan, industri, hingga layanan publik.
Menurut Ketua Umum IAIS, Dr. Ir. Lukas, MAI, dalam pidato kuncinya menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah memasuki gelombang digital yang masif. Konsep ini mencakup teknologi-teknologi disruptif seperti 3D Printing, Artificial Intelligence, Big Data Analytics, dan Internet of Things (IoT).
Kerja Sama Strategis : Universitas Dumai dan President University Pekanbaru
Penandatanganan MoU antara Universitas Dumai dan President University Pekanbaru menjadi bagian penting dalam acara ini. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan kapasitas riset, pertukaran akademik, kolaborasi dalam seminar serta pelatihan AI, dan pembentukan inkubator teknologi di kampus masing-masing.
Dalam wawancaranya, Rektor Universitas Dumai, Dr. Muhardi menegaskan bahwa Universitas Dumai sangat serius dalam mengembangkan pusat keunggulan teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang besar bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih dekat dengan dunia industri berbasis teknologi canggih.
“Kita tidak bisa lagi menunggu. Kita harus bergerak cepat agar anak-anak muda Riau menjadi pelaku bukan sekadar penonton dalam revolusi industri 4.0 ini,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Chairy menyambut hangat kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi lintas kampus ini adalah bentuk nyata dari sinergi perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Pentingnya AI dalam Transformasi Pendidikan
Kehadiran AI dalam dunia pendidikan bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan. AI mampu memberikan personalisasi dalam proses pembelajaran, mendukung sistem manajemen kampus yang lebih efisien, hingga mendorong pendekatan pembelajaran berbasis data.
Universitas Dumai dan President University Pekanbaru sama-sama melihat potensi besar ini. Maka tak heran jika salah satu program tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani adalah pembentukan Pusat Studi AI di masing-masing kampus yang terintegrasi dengan jaringan IAIS nasional.
Program ini akan melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata seperti pengembangan chatbot untuk pelayanan kampus, sistem prediksi kelulusan mahasiswa, hingga pengolahan data akademik berbasis AI.

Suasana Acara yang Penuh Semangat Inovasi
Acara peresmian IAIS Chapter Riau berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, praktisi IT, hingga perwakilan pemerintah daerah. Suasana kampus President University Pekanbaru pagi itu penuh dengan semangat inovasi dan kolaborasi.
Dalam rangkaian acara, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti talkshow dan diskusi panel seputar perkembangan AI di Indonesia, peluang karier di bidang teknologi digital, serta demo aplikasi AI.
Tantangan dan Harapan
Meski teknologi AI menjanjikan banyak kemudahan dan efisiensi, penerapannya tidak bebas tantangan. Mulai dari kesiapan infrastruktur digital, literasi teknologi masyarakat, hingga etika penggunaan AI masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Namun, dengan sinergi antarlembaga seperti yang ditunjukkan oleh Universitas Dumai dan President University Pekanbaru, harapan untuk menciptakan AI yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat bukanlah hal yang mustahil.
Momentum Baru untuk Riau dan Indonesia
Peresmian IAIS Chapter Riau dan kerja sama strategis yang terbangun di dalamnya menjadi tonggak baru bagi transformasi digital di provinsi Riau. Semangat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan talenta digital lokal menjadi kunci dalam menghadapi tantangan masa depan.
Bagi Universitas Dumai, ini adalah langkah nyata menuju kampus berbasis teknologi unggul, dan menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memajukan pendidikan dan riset yang adaptif terhadap zaman.
Tentang IAIS
Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) adalah organisasi independen yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas nasional dalam pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor. IAIS telah membentuk berbagai chapter di tingkat provinsi untuk memperluas jaringan, mendorong riset kolaboratif, serta mendukung kebijakan berbasis teknologi. [ir/bromaskerma]



