Revolusi Akreditasi Digital : Rektor Universitas Dumai Mengikuti Penyegaran Asesor LAM INFOKOM 2.0 di Bekasi

Bekasi, 30 Mei 2025 – Dalam rangka meningkatkan mutu dan keselarasan proses akreditasi di era digital, Rektor Universitas Dumai, Dr. Muhardi, S.Kom., M.Kom, turut hadir dalam kegiatan Penyegaran Asesor dan Sosialisasi Instrumen Akreditasi 2.0 yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat, 30 Mei hingga Minggu, 1 Juni 2025, bertempat di Hotel Santika Mega City, Bekasi, dan diikuti oleh sekitar 200 asesor dari berbagai perguruan tinggi informatika anggota APTIKOM.

Kegiatan hari pertama dibuka dengan paparan mendalam dari Ketua Majelis Akreditasi LAM INFOKOM, Prof. Zainal Abidin Hasibuan, Ph.D yang akrab disapa Prof. Ucok dengan tema besar:
“Paradigm Shift in Quality Assurance: Revitalization of Accreditation Processes.”

Dalam pemaparannya, Prof. Ucok menegaskan bahwa LAM INFOKOM 2.0 membawa perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap akreditasi. Tidak lagi semata-mata berfokus pada kepatuhan administratif (compliance), tetapi kini lebih menekankan pada peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) dan nilai strategis akreditasi sebagai alat transformasi.

Adapun pokok pergeseran paradigma penjaminan mutu dalam LAM INFOKOM 2.0 yang disampaikan Prof. Ucok meliputi :

  • From compliance to continuous improvement
    Akreditasi bukan sekadar memenuhi syarat minimum, tetapi menjadi proses refleksi untuk mendorong perbaikan kualitas secara berkelanjutan.
  • As a tool for improvement, transformation, and innovation
    Instrumen baru ini dirancang sebagai pendorong inovasi institusional, bukan beban administratif. Perguruan tinggi diharapkan semakin adaptif dan kreatif.
  • Connecting to sustainability and inclusion
    Akreditasi sekarang menyentuh dimensi keberlanjutan (sustainability) dan inklusi, memastikan bahwa pendidikan tinggi merangkul semua kalangan dan berpandangan jauh ke depan.
  • From 9 criteria to 6 criteria
    LAM INFOKOM 2.0 juga menyederhanakan struktur penilaian dari 9 kriteria menjadi 6 kriteria utama, namun dengan bobot yang lebih tajam dan fokus pada dampak (impact) dari program studi, bukan hanya kelengkapan dokumen.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi intensif, diskusi kasus, hingga simulasi teknis penerapan instrumen akreditasi terbaru. Interaksi aktif antar asesor dari berbagai wilayah turut memperkuat komitmen kolektif dalam menghadirkan proses akreditasi yang lebih adaptif, kredibel, dan berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.

Dr. Muhardi mengapresiasi kesempatan tersebut sebagai momen penting dalam mendorong perubahan nyata pada sistem akreditasi nasional. “LAM INFOKOM 2.0 membawa semangat baru yang sangat dibutuhkan dunia pendidikan informatika saat ini lebih ringkas, relevan, dan mendorong kemajuan institusi, bukan sekadar mengisi borang,” tuturnya.

Kehadiran Rektor Universitas Dumai dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen tinggi Universitas Dumai untuk menjadi bagian dari transformasi mutu pendidikan tinggi, serta memperkuat kontribusinya dalam menciptakan lulusan yang kompetitif di era digital. [ir/bromaskerma]

Bagikan:

Tags

Related Post