
Bekasi, 1 Juni 2025 —Kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi Prodi 2.0 yang berlangsung selama dari tanggal 30 Mei 2025 berakhir pada Ahad, 1 Juni 2025, bertempat di Hotel Santika Mega City, Bekasi.
Salah satu peserta penting dalam kegiatan ini adalah Dr. Muhardi, S.Kom, M.Kom, Rektor Universitas Dumai, yang turut hadir sebagai Asesor Nasional LAM INFOKOM. Keterlibatan beliau menjadi bagian dari komitmen aktif perguruan tinggi daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis transformasi sistem akreditasi nasional.
Kegiatan ini, LAM INFOKOM memperkenalkan Instrumen Akreditasi Prodi versi 2.0 yang dirancang lebih padat, fokus pada luaran, dan relevan dengan dinamika perguruan tinggi digital masa kini. Dua poin utama menjadi penekanan penting dalam kegiatan ini:
- Instrumen Akreditasi Prodi 2.0 akan mulai diberlakukan pada Batch 3 tahun 2025.
- Penyederhanaan struktur akreditasi dari sebelumnya 9 kriteria menjadi 6 kriteria, dengan pendekatan yang lebih menekankan pada dampak, capaian pembelajaran, dan tata kelola berbasis digitalisasi.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Asesor Nasional LAM INFOKOM dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para pakar, praktisi pendidikan, serta pimpinan perguruan tinggi seperti Dr. Muhardi menunjukkan bahwa sosialisasi ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan reformasi mutu pendidikan tinggi di bidang informatika dan komputer.
Akreditasi program studi adalah tolok ukur mutu pendidikan tinggi yang sangat menentukan daya saing dan reputasi institusi. Dengan perubahan menuju Instrumen 2.0, LAM INFOKOM menunjukkan keberanian untuk beradaptasi dengan kebutuhan zaman yang menuntut efisiensi, keterukuran hasil, dan kualitas berbasis data digital.
Menurut beberapa peserta, instrumen baru ini justru memberi kemudahan dalam dokumentasi, memperkuat basis luaran (output-outcome), serta memperjelas arah pengembangan program studi di era Revolusi Industri 5.0 dan Society 5.0.

Sosialisasi berlangsung dalam bentuk pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi penilaian, serta studi kasus penerapan instrumen baru. Para asesor diberikan pelatihan intensif untuk memahami perbedaan fundamental antara versi lama dan versi baru, serta strategi dalam mengimplementasikannya secara objektif dan konsisten.
Dr. Muhardi menyampaikan, “Instrumen 2.0 adalah bentuk penyempurnaan sistem penjaminan mutu eksternal. Kita harus siap menjadi mitra strategis LAM INFOKOM dalam mewujudkan standar mutu pendidikan nasional yang adaptif dan relevan.”
Menuju Akreditasi yang Lebih Bermakna
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para asesor dapat menjadi garda depan dalam memastikan implementasi Instrumen Akreditasi 2.0 berjalan efektif di seluruh program studi informatika dan komputer di Indonesia. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada laporan akreditasi, tetapi juga pada peningkatan mutu pendidikan, tata kelola prodi, serta daya saing lulusan di tingkat global. [ir/bromaskerma]



