
Batam, 24 Oktober 2025, Sebanyak tujuh perguruan tinggi di bawah koordinasi Kelompok 30 Program Bantuan Pembinaan SPMI Tahun 2025 menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sela kegiatan Lokakarya Pemahaman Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan di Hotel Yello, Harbour Bay, Batam, pada 22–24 Oktober 2025.
Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari agenda strategis lokakarya dan pelatihan auditor mutu internal perguruan tinggi, yang bertujuan memperkuat pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan kampus masing-masing. Kegiatan ini juga mencakup sesi pemetaan indikator mutu, pelatihan auditor internal, serta penyusunan rencana tindak lanjut implementasi mutu perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Tujuh perguruan tinggi yang menandatangani MoU adalah:
1. Universitas Riau Indonesia (Unrida) – sebagai Perguruan Tinggi Koordinator.
2. Universitas Dumai (Unidum).
3. Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru (IKHP).
4. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Muhammadiyah Batam (STIKMB).
5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Galileo (STIEG).
6. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cakrawala (STIEC).
7. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bentara Persada (STIEBP) – Batam.

Lokakarya dan penandatanganan MoU dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 22–24 Oktober 2025. Acara dimulai dengan pembukaan resmi pada 22 Oktober 2025 malam dan diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas serta MoU kerja sama antarperguruan tinggi pada 23 Oktober 2025 sore.
Kegiatan berlangsung di Hotel Yello, Harbour Bay, Batam, yang menjadi pusat kegiatan kelompok 30 penerima Program Bantuan Pembinaan SPMI Tahun 2025. Lokasi ini dipilih karena strategis dan mampu menampung seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Pelaksanaan lokakarya dan MoU ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas lembaga pendidikan tinggi dalam mengelola dan mengaudit mutu akademik secara internal, menyatukan visi antarperguruan tinggi dalam membangun budaya mutu berkelanjutan, serta mendorong kolaborasi akademik lintas kampus di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Kegiatan dikemas dalam bentuk lokakarya, pelatihan, dan sesi konsultasi teknis yang diisi oleh para narasumber nasional, antara lain: Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D (Pimpinan PT Pembina), Dr. Reni Budi Setianingrum, S.H., M.Kn. (Ahli SPMI dan Audit Mutu), dan Kepala LLDikti Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM., M.Kes. Para peserta mengikuti sesi Pemahaman Implementasi SPMI bagi Jajaran Pimpinan PT, Pemetaan Indikator Mutu bagi Unit Penjaminan Mutu, serta Pelatihan Auditor Internal Mutu Perguruan Tinggi.
Rektor Universitas Dumai, Dr. Muhardi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis memperluas jejaring akademik antar kampus di kawasan Sumatera. “SPMI bukan hanya dokumen, tapi budaya mutu yang harus tumbuh di setiap perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, kita belajar bersama membangun tata kelola yang berintegritas dan berkualitas,” ujar Dr. Muhardi.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat peserta pelatihan auditor internal mutu, serta sesi ramah tamah antar pimpinan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi tonggak penting menuju transformasi mutu pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing. [ir/bromaskerma]



